Pages

Selasa, 16 Desember 2014

MAKALAH UNSUR HARA YANG DI PERLUKAN TANAMAN

UNSUR HARA YANG DI PERLUKAN TANAMAN
 (Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan)











Oleh :
JURKANI
E1A213070
Kelompok 3







PROGRAM PRODI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU


2014




DAFTAR ISI
  Halaman
DAFTAR ISI ...........................................................................................               i
PENDAHULUAN ..................................................................................               1
Latar Belakang .............................................................................               1
Tujuan Praktikum .........................................................................               2
TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................               3
BAHAN DAN METODE .......................................................................               5
Bahan dan Alat.............................................................................               5
         Bahan ..................................................................................               5
         Alat ......................................................................................               5
Waktu dan Tempat .......................................................................               5
Prosedur Kerja...............................................................................               6
HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................               7
Hasil .............................................................................................               7
Pembahasan ..................................................................................               8
KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................................             11
Kesimpulan....................................................................................             11
Saran..............................................................................................             11
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................             12







DAFTAR PUSTAKA
Fhan, A. 1991Anatomi Tumbuhan. Erlangga. Surabaya.
Malcom. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gremedia Pustaka Utama. Jakarta.
Pratiwi, A.D. 2000. Penuntun Biologi. Erlangga. Jakarta.

Asnawi, H. 2011. Potosintesis (Anabolisme). IPB. Bogor.









































PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Semua mahkluk hidup sangat memerlukan makanan agar dapat tumbuh dan hidup. Tumbuhan adalah mahlu khidup yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses yang disebut Fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat di artikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu figmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum panjang gelombang yang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda 
Laju fotosintesis berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh pada beberapa daerah yang berbeda seperti gurun kering, puncak gunung dan hutan tropika sangat berbeda. Kapasitas fotosintesis daun diartikan sebagai fotosintesis persatuan luas daun pada keadaan cahaya jenuh, konsentrasi CO2, O2, normal, suhu optimum dan kelembaban nisbi tinggi beragam dengan kelipatan hampir dua besaran, disebabkan oleh  adanya keragaman cahaya.  Suhu  dan  ketersediaan tapi-tiap spesies menunjukkan perbedaan yang besar pada kondisi khusus optimum bagi mereka. Spesies yang tumbuh pada lingkungan yang kaya suhu daya mempunyai kapasitas fotosintesis yang jauh lebih tinggi pada spesies yang tumbuh pada lingkungan dengan persediaan air, unsur hara dan cahaya terbatas 
fotosintesis merupakan proses mengolah bahan yang sederhana menjadi bahan yang kompleks dengan menggunakan bantuan dari cahaya. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Tumbuhan umumnya mendapat karbon dioksida dari udara dan mendapatkan air dari tanah.  Karbon dioksida diubah menjadi gula. Hasil sampingan proses ini adalah gas oksigen. Proses atau reaksi ini sangat memerlukan energi yang secara alami didapat dari cahaya matahari. Energi dari cahaya matahari itu diserap dari klorofil yang terdapat pada tumbuhan. fotosintesis terdiri dari beberapa tahap reaksi yang kompleks. Reaksi tersebut dapat menghasilkan oksigen dan glukosa.
Tujuan Praktikum
            Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis akan terbentuk amilum.





TINJAUAN PUSTAKA
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi. Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolime adalah sintesis atau penyusunan. Salah satu peristiwa anabolisme adalah fotosintesis. Proses potosintesis : 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis bakteri.  Organisme ini  berfotosintesis  dengan  menggunakan  zat  hara,  karbondioksida  dan air serta bantuan energi cahaya matahari. Organisme fotosintesis disebut fotoautotrof karena dapat membuat makanannya sendiri. Pada tanaman, alga dan cyanobacteria, fotosintesis dilakukan dengan memamfaatkan karbondioksida dan air serta menghasilkan produk buangan oksigen. Fotosintesis sangat penting bagi semua kehidupan aerobik di bumi karena selain untuk menjaga tingkat normal oksigen di atmosfer, fotosintesis juga merupakan sumber energi bagi hampir semua kehidupan di bumi, baik secara langsung (melalui produksi primer) maupun tidak langsung (sebagai sumber utama energi dalam makanan mereka), kecuali pada organisme kemoautotrof yang hidup di bebatuan atau di lubang angin hidrotermal di laut yang dalam 

Ada dua tahap dalam potosintesia yaitu (Asnawi, 2011) :
a.       Reaksi Terang
Reaksi terang ini terjadi di kloroplas dan tergantung pada cahaya untuk pembetukan energinya. Energi yang terbentuk berupa NADPH dan ATP. Untuk pembentukan NADPH, diawali dengan air (H2O) sebagai donor elektron akan melakukan reaksi pada PS II. PS II terjadi pada protein yang mengandung pigmen (seperti klorofil) dan melibatkan cahaya. Sehingga pada PS II terbentuk elektron berenergi tinggi yang akan mengalir menuju cytochrome b6f, kemudian elektron tersebut ditransfer pada PS I. Dan menghasilkan NADPH.
Disamping itu, untuk pembentukan ATP diperlukan kerjasama antara cytochrome b6f dan ATP synthase dan dinamakan photophosphorylation. Photophosphorylation yang reaksinya terdapat di chytpchrome b6f menggunakan energi elektron dari PS II untuk pompa proton dari stroma ke lumen. Gradien proton tersebut nantinya memproduksi ATP dengan menggunakan ATP synthase.
b.      Reaksi Gelap
Reaksi gelap terjadi di stroma kloroplas dan reaksi ini tidak memerlukan cahaya. Kemudian energi-energi yang berupa NADPH dan ATP digunakan untuk mengubah karbondioksida (CO2) menjadi gula atau sukrosa melalui mekanisme Siklus Calvin atau fiksasi karbon. Dengan menggunakan NADPH dan ATP pada Siklus Calvin, CO2­ akan memproduksi triose phosphate (triose-P). Triose-P tersebut sebagian besar akan dikeluarkan dari kloroplas menuju sitosol untuk memproduksi sukrosa.



BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut Air, berfungsi sebagai bahan untuk perebusan, Daun mangga, berfungsi sebagai objek yang diamati, Larutan iodium, berfungsi sebagai larutan yang akan dicelupkan oleh daun, Larutan alkohol, berfungsi sebagai larutan yang akan dicelupkan daun.

Alat
            Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut Cawan petri, berfungsi sebagai tempat atau wadah, Pinset, berfungsi untuk mengambil daun dalam rebusan, Isolatif bening dan isolatif hitam, berfungsi membungkus daun, Kertas karbon, berfungsi untuk membungkus daun, Aluminium foil, berfungsi untuk membungkus daun, Soxlet exraktor (hot plate), berfungsi untuk merebus air, Gelas beaker, berfungsi untuk mengukur air, Timer, berfungsi untuk mengukur waktu, Alat tulis, berfungsi untuk mencatat hasil pengamatan.

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2014 pada pukul 16.00-18.00  WITA, Di Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur kerja
1.        Pada tanaman yang ada di lapangan, lembar daunnya masing-masing ditutup sebagian, dengan kertas karbon, isolatif, dan aluminimum foil.
2.        Daun-daun yang sudah ditutup tersebut dibiarkan dilapangan selama 2-3 hari.
3.        Setelah daun dipetik, direbus dalam air mendidih dengan menggunakan hot plate, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol, dan larutan iodium.
4.        Mengamati daun tersebut, apabila bagian yang ditutup tampak putih berarti tanpa amilum, sedangkan pada daerah sekitar yang tidak tertutup tampak berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum. Catat hasil pengamatan dengan menggunakan tabel.






HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Tabel 1. Hasil pengamatan daun mangga dengan berbagai perlakuan setelah direbus dengan air mendidih, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol dan larutan iodium.
No
Perlakuan pada daun mangga
Keterangan
1
Ditutup dengan karbon
Tidak terbentuk amilum
2
Ditutup dengan isolatif bening
Terbentuk amilum
3
Ditutup dengan isolatif hitam
Tidak terbentuk
4
Ditutup dengan aluminium foil
Terbentuk amilum, tetapi sedikit

Tabel 2. Hasil gambar daun mangga dengan berbagai perlakuan sebelum dan sesudah direbus dengan air mendidih, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol dan larutan iodium.
No
Perlakuan pada daun mangga
Sebelum
Sesudah
1
Ditutup dengan karbon




2
Ditutup dengan isolatif bening
3
Ditutup isolatif hitam
4
Ditutup dengan aluminium foil

Pembahasan
Bahan yang diuji dan diamati pada praktikum ini adalah daun mangga. Tujuan menggunakan daun mangga ini untuk membuktikan pada daun mangga memiliki klorofil sehingga terjadi fotosintesis. Pembuktian dengan menguji daun mangga dengan perlakuan daun ditutup kertas karbon, isolatif hitam, isolatif bening    dan     kertas   aluminium    foil    selama  3  hari.  Setelah  itu   dilakukan perlakuan   dengan perebusan daun dengan air aqua 15 menit kemudian dicelupkan kedalam larutan alkohol dan larutan iodium. Hasil pengamatan ini membuktikan bahwa hipotesis dari praktikum ini benar yaitu apabila amilum diberi iodium akan memberikan warna hitam dan dapat disimpulkan bahwa pada proses fotosintesis akan menghasilkan amilum.    
            Pengamatan pada daun yang ditutup dengan karbon tampak berwarna putih. Sedangkan pada bagian yang tidak tertutup dengan karbon tampak berwarna hitam. Hal ini menunjukkan bahwa pada bagian tersebut terdapat amilum, sedangkan bagian yang tertutup karbon tidak terdapat amilum, hal ini dikarenakan tidak dapat berfotosintesis secara sempurna dan menyebabkan amilum tidak terbentuk.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan isolatif bening, daun tersebut  dicelupkan pada air yang telah mendidih, di rendam selama 2 menit kemudian di tiriskan sebentar, setelah itu dicelupkan ke dalam larutan alkohol selama 1 menit, lalu dicelupkan lagi kelarutan iodium selama 1 menit daun tersebut tampak berwarna hitam, hal ini menunjukkan bahwa adanya amilum pada daun tersebut karena sinar matahari dapat menembus isolatif bening tersebut, sehingga terjadinya fotosintesis dengan sempurna.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan isolatif hitam dan daun tersebut dicelupkan ke dalam larutan alkohol dan larutan iodium terjadi perubahan, bagian daun yang ditutup dengan isolatif hitam terdapat bercak-bercak putih, sedangkan bagian daun yang tidak ditutup dengan isolatif hitam terdapat bercak-bercak hitam. Hal ini menunjukkan adanya amilum pada bagian yang tidak
ditutupi, sedangkan pada bagian yang ditutup dengan isolatif hitam tidak terdapat amilum karena cahaya tidak dapat masuk sehingga fotosintesis tidak dapat terjadi secara sempurna.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan aluminium  foil bagian daun yang   ditutup  dengan  aluminium foil terdapat bercak-bercak hitam tetapi sedikit. Hal ini disebabkan pada saat melakukan pembungkusan kurang rapat menutupnya sehingga cahaya dapat masuk dan terjadi fotosintesis pada bagian yang terkena sinar matahari.
           















KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Praktikum ini membuktikan bahwa pada proses fotosintesis akan menghasilkan atau membentuk karbohidrat yang didalamnya terdapat zat tepung atau amilum.
2.      Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung tanpa adanya cahaya matahari karena cahaya matahari pada proses fotosintesis merupakan sumber energi bagi tumbuhan untuk dapat melakukan fotosintesis.

Saran
            Sebaiknya pada waktu praktikum, praktikan melakukannya secara sungguh-sungguh dan lebih memperhatikan pada daun tanaman yang di tutup agar hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan..













Selasa, 09 Desember 2014

MAKALAH KADAR AIR LAPORAN






KADAR AIR
(Laporan Praktikum Biokimia)




             



Oleh :
JURKANI
(E1A213070)
 KELOMPOK I












PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU


2014




 PENDAHULUAN
Kadar air suatu tanaman adalah merupakan  persentase kandungan air pada suatu bahan yang dapat dinyatakan berdasarkan berat basah (wet basis) atau berdasarkan berat kering (dry basis). Kadar air berat basah mempunyai batas maksimum teoritis sebesar 100 persen, sedangkan kadar air berdasarkan berat kering dapat lebih dari 100 persen.  (Purbayanti, 1991).
Air memiliki banyak fungsi bagi pertumbuhan tubuh tanaman. Salah satunya, yaitu berfungsi untuk melarutkan unsur-unsur hara yang terserap. Manfaat yang begitu besar, sehingga air sering disebut faktor pembatas dari pertumbuhan dan perkembangan tanaman (Syarif dan Halid, 1993).
Air memegang peranan terpenting dalam proses perkecambahan biji. Air adalah faktor yang menentukan di dalam kehidupan tumbuhan. Tanpa adanya air, tumbuhan tidak bisa melakukan berbagai macam proses kehidupan apapun. Kira-kira 70% atau lebih daripada berat protoplasma sel hidup terdiri dari air. Dalam keadaan kesulitan bahan pangan dan air, manusia mungkin dapat tahan hidup tanpa makan selama lebih dari 2 bulan, tetapi tanpa minum air ia akan meninggal dunia dalam waktu yang kurang dari seminggu (Nur Faridah, 2003).
Kandungan air beberapa bahan makanan yang umum seperti terlihat pada Tabel.1 menunjukkan bahwa banyaknya air dalam suatu bahan tidak dapat ditentukan dari keadaan fisik bahan tersebut.  Misalnya buah nenas seakan-akan mempunyai kandungan air yang lebih besar dari pada kol. Kandungan air pada susu lebih besar dari kacang hijau, sedangkan susu bubuk dan terigu seakan-akan tidak mengandung air.

Tabel 1. Kandungan air beberapa komoditi.
Bahan
Kadar air
Ikan teri kering
38%
Daging sapi
66%
Roti
36%
Buah kering
28%
Susu bubuk
14%
Tepung terigu
12%
Tomat
94%
Semangka
97%
Kol
92%
Nenas
85%
Kacang hijau
90%
Susu sapi
88%

Sampai sekarang belum diperoleh suatu istilah yang tepat untuk air yang terdapat dalam bahan makanan. Istilah yang umumnya dipakai hingga sekarang ini adalah air terikat (bound water). Walaupun sebenarnya istilah ini kurang tepat karena keterikatan air dalam bahan berbeda-beda bahkan ada yang terikat. Karena itu, istilah air terikat ini dianggap sebagai suatu sistem yang mencangkup air yang mempunyai derajat keterikatan berbeda-beda dalam bahan ().
Menurut derajat keterikatan air, air terikat dapat dibagi atas empat tipe yaitu :
1.    Molekul-molekul air membentuk ikatan hydrogen dengan molekul yang lain.
2.    Molekul air yang terikat pada molekul-molekul lain melalui suatu ikatan hydrogen yang berenergi besar.
3.    Molekul yang secara fisik terikat dalam jaringan matrik dalam membran, kapiler, serat dan lainnya.
4.    Molekul yang tiidak terikat dalam suatu bahan.
Sedangkan pada tanaman berat basah adalah berat bahan mula-mula berat  kering adalah berat bahan setelah dilakukan pengeringan pengeringan ini  dapat di lakukan dengan cara mengoven bahan sehingga seluruh airnya menguap. Saat air menguap, otomatis berat bahan akan berkurang. Jumlah pengurangan ini dianggap sebagai selisih antar berat basah dan berat kering perbandingan dari pengurangan  berat dan berat  awal inilah yang kemudian diubah menjadi persen dan kadar air ditemukan pada organ tumbuhan. Kadar air sangat bervariasi, tergantung dari jenis tumbuhan, struktur dan usia dari jaringan organ. Pada tumbuhan herbal, salah satunya Spinacia oleracea (bayam) yang tidak memiliki kambium, tumbuhan dapat tegak sepenuhnya hanya karena turgor. Tekanan turgor ini disebabkan oleh kandungan air. Sehingga kadar air yang tinggi didominasi oleh batang (Nur Faridah, 2003).
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah :
1.   Untuk mengetahui perbedaan kadar air pada organ tanaman yang berbeda
2.   Untuk  mengetahui hubungan tingkat kematangan organ tanaman dengan kadar air.


BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat :
            Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah oven dan timbangan/neraca analitik.
Bahan :
            Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah; Amplop 9 Buah tomat hijau, tomat kuning, tomat merah, cabe hijau, cabe kuning, cabe merah, daun kacang pucuk, daun kacang dewasa, dan daun kacang senescence.
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis dan Jum’at tanggal 02 dan 03 Oktober 2014, pada pukul 15.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Analisis Kimia Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
Prosedur Kerja
1.      Timbang amplop kosong (distandarkan)
2.      Timbang amplop kosong + bahan segar.
3.      Masukkan kedalam oven dengan suhu 110o C selama 24 jam.
4.      Timbang amplop + bahan kering
BB bT = hasil nomor 2 dikurang hasil nomor 1.
BK bT = hasil nomor 4 dikurang hasil nomor 1.
Keterangan : BB (Berat Basah)
BK (Berat Kering)
bT (Bahan Tanaman)
KA (%) = BB bT – BK bT x 100 %
BB bT















HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Hasil pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Hasil pengujian kadar air.
No
Nama bT
BB (gram)
BK (gram)
KA (%)
1
Tomat hijau
69,67
 10,68
90 %
2
Tomat kuning
20,30
 5,10
97 %
3
Tomat merah
10,98
 5,00
76 %
4
Cabe hijau
 12,65
 5,74
86 %
5
Cabe kuning
 6,59
 5,44
58%
6
Cabe merah
 14,39
 5,60
89 %
7
Daun kacang pucuk
 5,82
 5,40
56 %
8
Daun kacang dewasa
 5,54
 4,78
80 %
9
Daun kacang senescence
 5,66
 5,10
59 %

Grafik 1. Kadar Air Tomat.
Grafik 2. Kadar Air Cabe.





Perhitungan analisi kadar air tanaman :
a.       Tomat Hijau
BB bT  = 69,67 - 4,60 = 65,07
BK Bt = 10,60 - 4,60 = 6,08                                                        
b.      Tomat Kuning
BB bT  = 20,30 - 4,60 = 15,70
BK bT  = 5,10 - 4,60 = 0,50
c.       Tomat Merah
  BB bT  = 10,98 - 4,60 = 6,38
  BK bT = 5,00 - 4,60   = 1,50
d.      Cabe Hijau
BB bT  = 12,56  - 4,60 = 8,05
BK bT  = 5,74 - 4,60 = 1,14
                                    
e.       Cabe Kuning
BB bT  = 6,59  - 4,60 = 1,99
BK bT = 5,44 – 6,40 = 0,84
f.       Cabe Merah
BB bT  = 14,36  - 4,60 = 9,79
BK bT = 5,60 – 4,60 = 1
g.      Daun Kacang Pucuk
BB bT  = 5,54  -  4,60 = 1,22
BK bT = 5,40  -  6,40 = 0,8
h.      Cabe Kacang Dewasa
BB bT  = 5,54  - 4,60 = 0,94
BK bT = 4,78 – 6,40 = 0,18
i.        Cabe Kacang Senesence
BB bT  = 5,66  - 4,60 = 1,06
BK bT = 4,10 – 6,40 =  0,5

                                                                                 


Pembahasan
Dari hasil praktikum ini dapat disimpulkan bahwa, berat awal dari amplop adalah 4,60 gr. Sebelum dioven masing-masing amplop yang berisi bahan tanaman ditimbang dengan hasil berat kemudian dikurang dengan berat awal amplop sehingga mendapatkan hasil dari sampel masing-masing yaitu tomat hijau 65,07 gr, sampel tomat kuning  15,71 gr, sampel tomat merah 6,38 gr, sampel cabe hijau 8,05 gr, sampel cabe kuning 1,99 gr, sampel cabe merah 9,71 gr, sampel daun kacang pucuk 1,22 gr, sampel daun kacang dewasa 0,94 gr dan berat sampel daun kacang senesence 1,06 gr. Semua sampel di oven dengan suhu 110°C selama 24 jam. Setelah di oven timbangan masing-masing sampel berubah dari sebelumnya berat tersebut disebut dengan berat akhir sampel yang dikurang berat awal amplop yaitu berat sampel tomat hijau ialah 6,08 gr, sampel tomat kuning  menjadi 0,5 gr, sampel tomat merah menjadi 1,50 gr, sampel cabe hijau menjadi 1,14 gr, sampel cabe kuning menjadi 0,84 gr, sampel cabe merah menjadi 1 gr, sampel daun kacang pucuk menjadi  0,8 gr, sampel daun kacang dewasa menjadi 0,18 gr, dan berat berat sampel daun kacang senesence menjadi 0,5 gr.
Dengan menggunakan rumus :

Rumus tersebut digunakan untuk mengetahui kadar air dalam persentasi sehinggga didapat hasil analisis kadar air pada masing-masing tanaman. Pada sampel tomat hijau  90 %, sampel tomat kuning  97 %, sampel tomat merah 76 %, sampel cabe hijau 86 %, sampel cabe kuning 58 %, sampel cabe merah 89 %, sampel daun kacang pucuk 56 %, sampel daun kacang dewasa  80 % dan berat sampel daun kacang senesence 59 %.
Dari hasil praktikum ini juga dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang besar antara berat sampel yang belum dioven dan yang telah di oven. Dimana perbedaan ini berat lebih besar sebelum dilakukannya pengovenan, dan setelah dioven berat lebih kecil dibandingkan dengan berat yang awal. Disini terjadinnya penyusutan  berat pada masing-masing sampel, yang terjadi karena kadar air yang terdapat pada masing-masing sampel menguap pada saat di oven.








                                                     KESIMPULAN                    
Kesimpulan dari praktikum ini adalah :
1.   Masing-masing sampel yang di uji mempunyai kadar air yang berbeda-beda.
2.   Pada buah-buahan mempunyai kadar air yang lebih banyak dari pada dedaunan.
3.   Kadar air akan lebih tinggi ketika bagian tanaman masih muda.


















DAFTAR PUSTAKA
Faridah, Nur. 2003. qlikers.wordpress.com/Makalahq Fungsi Air/ - Tembolok – Mirip. Diakses pada tanggal 14 Oktober 2011.

Purbayanti   E.  D   dan   Andani,   Sri.  1991.   Fisiologi   Lingkungan   Tanaman. Yogyakarta:  Gadjah Mada University Press.
Syarif dan Halid, 1993. Ikhtisar Biokimia Dasar. FKUI. Jakarta.





















DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel1. Hasil Pengujian Kadar Air..............................................................        6























DAFTAR GRAFIK
Halaman
Grafik 1. Kadar Air Tomat..........................................................................        6    
Grafik 2. Kadar Air......................................................................................        7
Grafik 3. Kadar Air......................................................................................        7