Pages

Selasa, 16 Desember 2014

MAKALAH UNSUR HARA YANG DI PERLUKAN TANAMAN

UNSUR HARA YANG DI PERLUKAN TANAMAN
 (Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan)











Oleh :
JURKANI
E1A213070
Kelompok 3







PROGRAM PRODI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU


2014




DAFTAR ISI
  Halaman
DAFTAR ISI ...........................................................................................               i
PENDAHULUAN ..................................................................................               1
Latar Belakang .............................................................................               1
Tujuan Praktikum .........................................................................               2
TINJAUAN PUSTAKA ..........................................................................               3
BAHAN DAN METODE .......................................................................               5
Bahan dan Alat.............................................................................               5
         Bahan ..................................................................................               5
         Alat ......................................................................................               5
Waktu dan Tempat .......................................................................               5
Prosedur Kerja...............................................................................               6
HASIL DAN PEMBAHASAN...............................................................               7
Hasil .............................................................................................               7
Pembahasan ..................................................................................               8
KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................................             11
Kesimpulan....................................................................................             11
Saran..............................................................................................             11
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................             12







DAFTAR PUSTAKA
Fhan, A. 1991Anatomi Tumbuhan. Erlangga. Surabaya.
Malcom. 1992. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. PT. Gremedia Pustaka Utama. Jakarta.
Pratiwi, A.D. 2000. Penuntun Biologi. Erlangga. Jakarta.

Asnawi, H. 2011. Potosintesis (Anabolisme). IPB. Bogor.









































PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Semua mahkluk hidup sangat memerlukan makanan agar dapat tumbuh dan hidup. Tumbuhan adalah mahlu khidup yang dapat membuat makanan sendiri melalui proses yang disebut Fotosintesis. Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya, dan sintesis yang berarti menyusun. Jadi fotosintesis dapat di artikan sebagai suatu penyusunan senyawa kimia kompleks yang memerlukan energi cahaya. Sumber energi cahaya alami adalah matahari. Proses ini dapat berlangsung karena adanya suatu figmen tertentu dengan bahan CO2 dan H2O. Cahaya matahari terdiri atas beberapa spektrum, masing-masing spektrum panjang gelombang yang berbeda, sehingga pengaruhnya terhadap proses fotosintesis juga berbeda 
Laju fotosintesis berbagai spesies tumbuhan yang tumbuh pada beberapa daerah yang berbeda seperti gurun kering, puncak gunung dan hutan tropika sangat berbeda. Kapasitas fotosintesis daun diartikan sebagai fotosintesis persatuan luas daun pada keadaan cahaya jenuh, konsentrasi CO2, O2, normal, suhu optimum dan kelembaban nisbi tinggi beragam dengan kelipatan hampir dua besaran, disebabkan oleh  adanya keragaman cahaya.  Suhu  dan  ketersediaan tapi-tiap spesies menunjukkan perbedaan yang besar pada kondisi khusus optimum bagi mereka. Spesies yang tumbuh pada lingkungan yang kaya suhu daya mempunyai kapasitas fotosintesis yang jauh lebih tinggi pada spesies yang tumbuh pada lingkungan dengan persediaan air, unsur hara dan cahaya terbatas 
fotosintesis merupakan proses mengolah bahan yang sederhana menjadi bahan yang kompleks dengan menggunakan bantuan dari cahaya. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Tumbuhan umumnya mendapat karbon dioksida dari udara dan mendapatkan air dari tanah.  Karbon dioksida diubah menjadi gula. Hasil sampingan proses ini adalah gas oksigen. Proses atau reaksi ini sangat memerlukan energi yang secara alami didapat dari cahaya matahari. Energi dari cahaya matahari itu diserap dari klorofil yang terdapat pada tumbuhan. fotosintesis terdiri dari beberapa tahap reaksi yang kompleks. Reaksi tersebut dapat menghasilkan oksigen dan glukosa.
Tujuan Praktikum
            Tujuan dari praktikum ini adalah untuk membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis akan terbentuk amilum.





TINJAUAN PUSTAKA
Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi. Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolime adalah sintesis atau penyusunan. Salah satu peristiwa anabolisme adalah fotosintesis. Proses potosintesis : 6H2O + 6CO2 + cahaya → C6H12O6 (glukosa) + 6O2 
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berklorofil, makhluk hidup non-klorofil yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis bakteri.  Organisme ini  berfotosintesis  dengan  menggunakan  zat  hara,  karbondioksida  dan air serta bantuan energi cahaya matahari. Organisme fotosintesis disebut fotoautotrof karena dapat membuat makanannya sendiri. Pada tanaman, alga dan cyanobacteria, fotosintesis dilakukan dengan memamfaatkan karbondioksida dan air serta menghasilkan produk buangan oksigen. Fotosintesis sangat penting bagi semua kehidupan aerobik di bumi karena selain untuk menjaga tingkat normal oksigen di atmosfer, fotosintesis juga merupakan sumber energi bagi hampir semua kehidupan di bumi, baik secara langsung (melalui produksi primer) maupun tidak langsung (sebagai sumber utama energi dalam makanan mereka), kecuali pada organisme kemoautotrof yang hidup di bebatuan atau di lubang angin hidrotermal di laut yang dalam 

Ada dua tahap dalam potosintesia yaitu (Asnawi, 2011) :
a.       Reaksi Terang
Reaksi terang ini terjadi di kloroplas dan tergantung pada cahaya untuk pembetukan energinya. Energi yang terbentuk berupa NADPH dan ATP. Untuk pembentukan NADPH, diawali dengan air (H2O) sebagai donor elektron akan melakukan reaksi pada PS II. PS II terjadi pada protein yang mengandung pigmen (seperti klorofil) dan melibatkan cahaya. Sehingga pada PS II terbentuk elektron berenergi tinggi yang akan mengalir menuju cytochrome b6f, kemudian elektron tersebut ditransfer pada PS I. Dan menghasilkan NADPH.
Disamping itu, untuk pembentukan ATP diperlukan kerjasama antara cytochrome b6f dan ATP synthase dan dinamakan photophosphorylation. Photophosphorylation yang reaksinya terdapat di chytpchrome b6f menggunakan energi elektron dari PS II untuk pompa proton dari stroma ke lumen. Gradien proton tersebut nantinya memproduksi ATP dengan menggunakan ATP synthase.
b.      Reaksi Gelap
Reaksi gelap terjadi di stroma kloroplas dan reaksi ini tidak memerlukan cahaya. Kemudian energi-energi yang berupa NADPH dan ATP digunakan untuk mengubah karbondioksida (CO2) menjadi gula atau sukrosa melalui mekanisme Siklus Calvin atau fiksasi karbon. Dengan menggunakan NADPH dan ATP pada Siklus Calvin, CO2­ akan memproduksi triose phosphate (triose-P). Triose-P tersebut sebagian besar akan dikeluarkan dari kloroplas menuju sitosol untuk memproduksi sukrosa.



BAHAN DAN METODE
Bahan dan Alat
Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut Air, berfungsi sebagai bahan untuk perebusan, Daun mangga, berfungsi sebagai objek yang diamati, Larutan iodium, berfungsi sebagai larutan yang akan dicelupkan oleh daun, Larutan alkohol, berfungsi sebagai larutan yang akan dicelupkan daun.

Alat
            Alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah sebagai berikut Cawan petri, berfungsi sebagai tempat atau wadah, Pinset, berfungsi untuk mengambil daun dalam rebusan, Isolatif bening dan isolatif hitam, berfungsi membungkus daun, Kertas karbon, berfungsi untuk membungkus daun, Aluminium foil, berfungsi untuk membungkus daun, Soxlet exraktor (hot plate), berfungsi untuk merebus air, Gelas beaker, berfungsi untuk mengukur air, Timer, berfungsi untuk mengukur waktu, Alat tulis, berfungsi untuk mencatat hasil pengamatan.

Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Mei 2014 pada pukul 16.00-18.00  WITA, Di Lapangan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur kerja
1.        Pada tanaman yang ada di lapangan, lembar daunnya masing-masing ditutup sebagian, dengan kertas karbon, isolatif, dan aluminimum foil.
2.        Daun-daun yang sudah ditutup tersebut dibiarkan dilapangan selama 2-3 hari.
3.        Setelah daun dipetik, direbus dalam air mendidih dengan menggunakan hot plate, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol, dan larutan iodium.
4.        Mengamati daun tersebut, apabila bagian yang ditutup tampak putih berarti tanpa amilum, sedangkan pada daerah sekitar yang tidak tertutup tampak berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum. Catat hasil pengamatan dengan menggunakan tabel.






HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Tabel 1. Hasil pengamatan daun mangga dengan berbagai perlakuan setelah direbus dengan air mendidih, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol dan larutan iodium.
No
Perlakuan pada daun mangga
Keterangan
1
Ditutup dengan karbon
Tidak terbentuk amilum
2
Ditutup dengan isolatif bening
Terbentuk amilum
3
Ditutup dengan isolatif hitam
Tidak terbentuk
4
Ditutup dengan aluminium foil
Terbentuk amilum, tetapi sedikit

Tabel 2. Hasil gambar daun mangga dengan berbagai perlakuan sebelum dan sesudah direbus dengan air mendidih, lalu direndam (dicelupkan) dalam alkohol dan larutan iodium.
No
Perlakuan pada daun mangga
Sebelum
Sesudah
1
Ditutup dengan karbon




2
Ditutup dengan isolatif bening
3
Ditutup isolatif hitam
4
Ditutup dengan aluminium foil

Pembahasan
Bahan yang diuji dan diamati pada praktikum ini adalah daun mangga. Tujuan menggunakan daun mangga ini untuk membuktikan pada daun mangga memiliki klorofil sehingga terjadi fotosintesis. Pembuktian dengan menguji daun mangga dengan perlakuan daun ditutup kertas karbon, isolatif hitam, isolatif bening    dan     kertas   aluminium    foil    selama  3  hari.  Setelah  itu   dilakukan perlakuan   dengan perebusan daun dengan air aqua 15 menit kemudian dicelupkan kedalam larutan alkohol dan larutan iodium. Hasil pengamatan ini membuktikan bahwa hipotesis dari praktikum ini benar yaitu apabila amilum diberi iodium akan memberikan warna hitam dan dapat disimpulkan bahwa pada proses fotosintesis akan menghasilkan amilum.    
            Pengamatan pada daun yang ditutup dengan karbon tampak berwarna putih. Sedangkan pada bagian yang tidak tertutup dengan karbon tampak berwarna hitam. Hal ini menunjukkan bahwa pada bagian tersebut terdapat amilum, sedangkan bagian yang tertutup karbon tidak terdapat amilum, hal ini dikarenakan tidak dapat berfotosintesis secara sempurna dan menyebabkan amilum tidak terbentuk.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan isolatif bening, daun tersebut  dicelupkan pada air yang telah mendidih, di rendam selama 2 menit kemudian di tiriskan sebentar, setelah itu dicelupkan ke dalam larutan alkohol selama 1 menit, lalu dicelupkan lagi kelarutan iodium selama 1 menit daun tersebut tampak berwarna hitam, hal ini menunjukkan bahwa adanya amilum pada daun tersebut karena sinar matahari dapat menembus isolatif bening tersebut, sehingga terjadinya fotosintesis dengan sempurna.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan isolatif hitam dan daun tersebut dicelupkan ke dalam larutan alkohol dan larutan iodium terjadi perubahan, bagian daun yang ditutup dengan isolatif hitam terdapat bercak-bercak putih, sedangkan bagian daun yang tidak ditutup dengan isolatif hitam terdapat bercak-bercak hitam. Hal ini menunjukkan adanya amilum pada bagian yang tidak
ditutupi, sedangkan pada bagian yang ditutup dengan isolatif hitam tidak terdapat amilum karena cahaya tidak dapat masuk sehingga fotosintesis tidak dapat terjadi secara sempurna.
            Pada pengamatan daun yang ditutup dengan aluminium  foil bagian daun yang   ditutup  dengan  aluminium foil terdapat bercak-bercak hitam tetapi sedikit. Hal ini disebabkan pada saat melakukan pembungkusan kurang rapat menutupnya sehingga cahaya dapat masuk dan terjadi fotosintesis pada bagian yang terkena sinar matahari.
           















KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Praktikum ini membuktikan bahwa pada proses fotosintesis akan menghasilkan atau membentuk karbohidrat yang didalamnya terdapat zat tepung atau amilum.
2.      Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung tanpa adanya cahaya matahari karena cahaya matahari pada proses fotosintesis merupakan sumber energi bagi tumbuhan untuk dapat melakukan fotosintesis.

Saran
            Sebaiknya pada waktu praktikum, praktikan melakukannya secara sungguh-sungguh dan lebih memperhatikan pada daun tanaman yang di tutup agar hasilnya dapat sesuai dengan yang diharapkan..













Tidak ada komentar:

Posting Komentar