Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Semangka (Citrullus vulgaris Schard.) Terhadap Pemberian Pupuk NPK(15:15:15) dan Penjarangan Buah
Oleh :
jurkani
E1A213070
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
2015
PENDAHULUAN
Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini
telah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah subtropis maupun tropis.
Tanaman semangka bersifat semusim dan tergolong cepat berproduksi. Semangka
banyak dibudidayakan di negara seperti Cina, Jepang, India dan negera-negara
sekitarnya. Sentra penanaman di Indonesia terdapat di Jawa Tengah D.I.
Yogyakarta, Tegal, Pekalongan, Wonogiri, Magelang dan Kulonprogo; Jawa Barat:
Indramayu, Karawang; Jawa Timur: Madiun, Banyuwangi, Malang, Madura; Sumatera
Barat: Air Haji dan Balai Selasi; Lombok
dan Lampung.
Tanaman semangka bisa menghasilkan banyak buah, tetapi
biasanya hanya satu buah yang dipertahankan pada satu tanaman. Setiap tanaman
semangka menghasilkan banyak bunga pada pertumbuhan. Sehingga persentase buah
yang jadi pada setiap tanaman akan banyak juga, tetapi ukuran buah yang
dihasilkan kecil dan rasa manis dari semangka akan berkurang karena fotosintat
terbagi ke semua buah. Maka untuk menaikkan kualitas buah dilakukanlah
pemangkasan buah agar hasil produksi diharapkan memperoleh hasil yang maksimal
pada setiap tanaman.
Selain dari masalah pemangkasan, dosis pupuk pada
tanaman semangka juga menjadi perhatian karena belum didapatkan dosis pupuk
yang sesuai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wilastinova (2012)
terhadap analisis faktor-faktor produksi pada usaha tani semangka, menyebutkan
bahwa dosis 100 kg/ha yang diaplikasikan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata.
Menurut Raja (2012) menyebutkan bahwa
dosis kebutuhan pupuk per 1000 buah semangka adalah 92 kg. Oleh sebab itu,
penelitian tentang kebutuhan pupuk NPK pada tanaman semangka perlu dilakukan
agar didapatkan dosis pupuk NPK yang sesuai untuk tanaman semangka.
Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan
beberapa faktor, antara lain kandungan unsur hara yang tinggi, kandungan unsur
hara mikro, kualitas pupuk dan harga perkilogramnya. Contoh cara mempertimbangkan pupuk majemuk, variasi
analisis pupuk NPK 20-20-20 memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi
dari pada NPK 15-15-15, tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah
sekali menggumpal. Karena itu, variasi analisis pupuk seperti ini sebaiknya
tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan (Novizan,
2005).
Tujuan
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian pemberian pupuk NPK serta pemangkasan buah yang tepat pada
tanaman semangka sehingga diharapkan tanaman semangka dapat berproduksi dan
berkualitas lebih tinggi.
BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilakukan di lahan masyarakat, Dusun
Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Medandengan ketinggian ±
25 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April
2013 sampai dengan Juli 2013.
Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah
benih tanaman semangka sebagai objek percobaan, pupuk NPK 15:15:15, mulsa
jerami, dan pupuk daun.
Adapun alat yang digunakan pada penelitian ini adalah
cangkul, gembor, bambu, handsprayer, pacak sampel, meteran, buku data dan alat
tulis.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok
faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah Dosis pupuk NPK (0, 40, 80,
120 gram) sedangkan faktor kedua adalah jumlah buah per tanaman (1, 2, 3 buah
per tanaman).Data dianalisis dengan sidik ragam. Jika efek analisis menunjukkan
pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda rataan berdasarkan Uji
Jarak Duncan (DMRT) pada taraf 5 %.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian
pupuk NPK dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat buah dan
mutu buah kelas A, B dan C.
Interaksi antara pemberian pupuk NPK dengan jumlah
buah per tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman, per plot dan
per hektar.
Tabel
1. Berat perbuah (kg) pada masing-masing dosis NPK dan jumlah buah per
tanaman
|
Dosis
NPK (g/tan)
|
Jumlah buah per
tanaman
|
Rataan
|
||
|
P1(1
buah)
|
P2(2
buah)
|
P3(3
buah)
|
||
|
N0 ( 0 )
|
1,65
|
1,29
|
1,14
|
1,36d
|
|
N1 ( 40 )
|
2,80
|
2,51
|
2,23
|
2,51c
|
|
N2 ( 80 )
|
3,09
|
2,62
|
2,58
|
2,77b
|
|
N3 (120)
|
3,35
|
2,97
|
2,61
|
2,97a
|
|
Rataan
|
2,72a
|
2,35b
|
2,14c
|
|
Keterangan:
Angka-angka yang diikuti oleh huruf menurut Uji Duncan pada taraf uji 5%.
Tabel 2. Persentase
Mutu Buah Kelas A,B, dan C Tanaman Semangka pada Masing-Masing Dosis NPK dan
jumlah buah ditinggal per tanaman
|
Dosis
NPK (g/tan)
|
Jumlah buah per
tanaman
|
Rataan
|
||
|
P1(1
buah)
|
P2(2
buah)
|
P3(3
buah)
|
||
|
Kelas A (>2,5
kg/buah) 0,00
|
||||
|
N0 ( 0 )
|
13,33
|
0,00
|
0,00
|
4,44d
|
|
N1 ( 40 )
|
93,33
|
40,00
|
22,22
|
51,85c
|
|
N2 ( 80 )
|
100,00
|
56,67
|
57,77
|
71,48b
|
|
N3 (120)
|
100,00
|
96,67
|
73,33
|
90,00a
|
|
Rataan
|
76,67a
|
48,33b
|
38,33c
|
|
|
Kelas B (1,5-2,4
kg/buah)
|
||||
|
N0 ( 0 )
|
80,00
|
43,33
|
26,67 57,77
|
50,00a
|
|
N1 ( 40 )
|
6,67
|
56,67
|
57,77
|
40,37b
|
|
N2 ( 80 )
|
0,00
|
43,33
|
42,22
|
28,52c
|
|
N3 (120)
|
0,00
|
3,33
|
24,44
|
9,26d
|
|
Rataan
|
21,67b
|
36,67a
|
37,78a
|
|
|
Kelas C Kelas C
(< 1,4 kg/buah)
|
||||
|
N0 ( 0 )
|
6,67
|
56,6
|
73,33
|
45,56a
|
|
N1 ( 40 )
|
0,00
|
76,67
|
20,00
|
8,89b
|
|
N2 ( 80 )
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00c
|
|
N3 (120)
|
0,00
|
0,00
|
0,00
|
0,00c
|
|
Rataan
|
1,67c
|
15,83b
|
23,33a
|
|
Keterangan:
Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang tidak sama pada kolom dan baris yang
sama berbeda nyata menurut Uji Duncan pada taraf uji 5%.
Tabel 1 menunjukkan bahwa berat ah tertinggi terdapat
pada dosis pupuk NPK 120 gram(2,97 kg)
yang berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah terdapat pada tanpa
pemberian pupuk NPK (1,36 kg). Tabel 3 juga menunjukkan berat perbuah tertinggi
pada perlakuan jumlah buah per tanaman terdapat pada perlakuan 1 buah
pertanaman (2,72 kg) dan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman (2,14 kg)
Data analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian
pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap berat
buah yang ditinggal. Hal ini di sebabkan oleh pemangkasan buah pada tanaman
sehingga respirasi tidak tertekan, sebaliknya bila respirasi tertekan, karena
kurang O2 sehingga tanaman akan kehabisan tenaga.
Akibatnya tanaman tidak lagi mampu menyediakan bahan untuk ditransformasikan ke
produksi tanaman.
Tabel 2. Menunjukkan bahwa persentase mutu buah kelas
A tertinggi terdapat pada pemberian pupuk NPK sebanyak 120 gram (90,00 %)
berbeda nyata dengan dosis lainnya dan terendah pada perlakuan tanpa pemberian
pupuk NPK (4,44%). Persentasemutu buah kelas A tertinggi pada perlakuan 1 buah
per tanaman (76,67 %) sedangkan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman
(38,33%). Persentase mutu buah kelas B tertinggi terdapat pada tanpa pemberian pupuk NPK (50,00%) berbeda
nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah pada pemberian pupuk NPK
sebanyak 120 gram (9,26%). Rataan persentase mutu buah kelas B tertinggi pada
perlakuan 3 buahper tanaman (37,78%) dan terendah pada perlakuan 1 buah per
tanaman (21,67%). Persentase mutu buah
kelas C tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa pemberian pupuk NPK (45,55%)
berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah pada perlakuan pemberian
pupuk NPK sebanyak 80 dan 120 gram (0,00%). Persentase mutu buah kelas C
tertinggi pada perlakuan 3 buahper tanaman (23,33%) dan yang terendah pada perlakuan
1 buahper tanaman (1,67%). Data analisis sidik ragam menunjukkan bahwa
pemberian pupuk NPK dan jumlah buah per tanamanserta interaksi antara kedua
perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman.
Hal ini dikarenakan unsur hara yang terkandung dalam
pupuk yang mampu menyediakan nutrisi bagi proses metabolisme tanaman sehingga
semakin banyak dosis yang diberikan mampu meningkatkan produksi selain itu pada
perlakuan dengan produksi tertinggi, jumlah buah per tanaman lebih banyak,
sehingga total berat buah menjadi lebih besar. Akan tetapi, apabila dilihat
dari segi bobot dan kualitas setiap buahnya, produksi per plot dan per hektar
lebih rendah bila dibandingkan perlakuan 1 buah per tanaman. Hal ini
dikarenakan, unsur hara dari pupuk NPK dan hasil fotosintat harus terbagi ke
dalam tiga buah tersebut. Berbeda dengan 1 buah per tanaman, semua unsur hara
dan hasil fotosintat terpusat untuk satu buah, sehingga bobot dan kualitas buah
yang terbentuk lebih baik. buah per tanaman.
KESIMPULAN
Dosis pupuk NPK terbaik adalah perlakuan N3 (120 gram/tanaman)
yang dapat menghasilkan berat rataan buah 2,97 kg, yang berbeda nyata dengan
dosis pupuk NPK lainnya dan terendah terdapat pada tanpa pemberian pupuk NPK
(1,36 kg).
Berat perbuah tertinggi pada perlakuan jumlah buah per
tanaman terdapat pada perlakuan 1 buah pertanaman (2,72 kg) dan terendah pada
perlakuan 3 buah per tanaman (2,14 kg). Persentasemutu buah kelas A tertinggi
pada perlakuan 1 buah per tanaman (76,67 %) sedangkan terendah pada perlakuan 3
buah per tanaman (38,33%).
Disarankan menggunakan dosis pupuk NPK sebanyak 120
gram/tanaman dan pemangkasan buah dengan 1 buah per tanaman.
DAFTAR
ISI
Halaman
DAFTAR
ISI.......................................................................................... i
DAFTAR
TABEL.................................................................................. ii
PENDAHULUAN................................................................................. 1
Latar Belakang.......................................................................... 1
Tujuan....................................................................................... 2
BAHAN DAN
METODE...................................................................... 3
Waktu dan Tempat.................................................................... 3
Alat dan Bahan......................................................................... 3
Metode...................................................................................... 3
HASIL
DAN PEMBAHASAN............................................................. 4
Hasil.......................................................................................... 4
Pembahasan............................................................................... 5
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 7
Kesimpulan............................................................................... 7
Saran......................................................................................... 7
DAFTAR
PUSTAKA............................................................................. 8
DAFTAR
TABEL
Nomor Halaman
Tabel 1. Tabel 1. Berat
perbuah (kg) pada masing-masing dosis NPK
dan jumlah buah per tanaman................................................... 4
Tabel 2. Persentase Mutu Buah Kelas A,B, dan C Tanaman Semangka
pada Masing-Masing Dosis NPK dan jumlah buah
ditinggal
per tanaman…………………………………………………… 4
DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro.
1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.Hal : 71-83.
Gardner,
F.P., R. B. Pearc dan Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press,
Jakarta. Hal : 87-91.
Lingga,
P. 1998. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta. Hal :
256-267. Lingga P. dan Marsono, 2000.
Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar
Swadaya. Jakarta. Hal : 234-238.
Novizan,
2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia. Jakarta. Hal: 189-198. Prajnata,
F. 2003. Agribisnis Semangka Non-biji. Penebar Swadaya. Yogyakarta. Hal : 89-84

Tidak ada komentar:
Posting Komentar