Pages

Rabu, 23 Desember 2015

MAKALAH PENGENDALIAN MUTU HASIL

Respon Pertumbuhan dan Produktivitas Semangka (Citrullus vulgaris Schard.) Terhadap Pemberian Pupuk NPK(15:15:15) dan Penjarangan Buah




















Oleh :
jurkani
E1A213070



  


PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS  PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2015


PENDAHULUAN
Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah subtropis maupun tropis. Tanaman semangka bersifat semusim dan tergolong cepat berproduksi. Semangka banyak dibudidayakan di negara seperti Cina, Jepang, India dan negera-negara sekitarnya. Sentra penanaman di Indonesia terdapat di Jawa Tengah D.I. Yogyakarta, Tegal, Pekalongan, Wonogiri, Magelang dan Kulonprogo; Jawa Barat: Indramayu, Karawang; Jawa Timur: Madiun, Banyuwangi, Malang, Madura; Sumatera Barat: Air Haji dan Balai Selasi; Lombok  dan Lampung.
Tanaman semangka bisa menghasilkan banyak buah, tetapi biasanya hanya satu buah yang dipertahankan pada satu tanaman. Setiap tanaman semangka menghasilkan banyak bunga pada pertumbuhan. Sehingga persentase buah yang jadi pada setiap tanaman akan banyak juga, tetapi ukuran buah yang dihasilkan kecil dan rasa manis dari semangka akan berkurang karena fotosintat terbagi ke semua buah. Maka untuk menaikkan kualitas buah dilakukanlah pemangkasan buah agar hasil produksi diharapkan memperoleh hasil yang maksimal pada setiap tanaman.
Selain dari masalah pemangkasan, dosis pupuk pada tanaman semangka juga menjadi perhatian karena belum didapatkan dosis pupuk yang sesuai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Wilastinova (2012) terhadap analisis faktor-faktor produksi pada usaha tani semangka, menyebutkan bahwa dosis 100 kg/ha yang diaplikasikan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Menurut  Raja (2012) menyebutkan bahwa dosis kebutuhan pupuk per 1000 buah semangka adalah 92 kg. Oleh sebab itu, penelitian tentang kebutuhan pupuk NPK pada tanaman semangka perlu dilakukan agar didapatkan dosis pupuk NPK yang sesuai untuk tanaman semangka.
Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor, antara lain kandungan unsur hara yang tinggi, kandungan unsur hara mikro, kualitas pupuk dan harga perkilogramnya. Contoh cara  mempertimbangkan pupuk majemuk, variasi analisis pupuk NPK 20-20-20 memiliki kandungan unsur hara yang lebih tinggi dari pada NPK 15-15-15, tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal. Karena itu, variasi analisis pupuk seperti ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan (Novizan, 2005).
Tujuan
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian pemberian pupuk NPK serta pemangkasan buah yang tepat pada tanaman semangka sehingga diharapkan tanaman semangka dapat berproduksi dan berkualitas lebih tinggi. 





BAHAN DAN METODE
Penelitian ini dilakukan di lahan masyarakat, Dusun Sei Mencirim Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, Medandengan ketinggian ± 25 meter di atas permukaan laut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2013 sampai dengan Juli 2013.
Adapun bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah benih tanaman semangka sebagai objek percobaan, pupuk NPK 15:15:15, mulsa jerami,  dan pupuk daun.
Adapun alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul, gembor, bambu, handsprayer, pacak sampel, meteran, buku data dan alat tulis.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah Dosis pupuk NPK (0, 40, 80, 120 gram) sedangkan faktor kedua adalah jumlah buah per tanaman (1, 2, 3 buah per tanaman).Data dianalisis dengan sidik ragam. Jika efek analisis menunjukkan pengaruh yang nyata, maka dilanjutkan dengan uji beda rataan berdasarkan Uji Jarak Duncan (DMRT) pada taraf  5 %.     











HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupuk NPK dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap berat buah dan mutu buah kelas A, B dan C.
Interaksi antara pemberian pupuk NPK dengan jumlah buah per tanaman berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman, per plot dan per hektar.
Tabel 1. Berat perbuah (kg) pada masing-masing dosis NPK dan jumlah buah per    
              tanaman

Dosis NPK (g/tan)

Jumlah buah per tanaman

Rataan
P1(1 buah)
P2(2 buah)
P3(3 buah)
N0 (  0  )
1,65
1,29
1,14
1,36d
N1 ( 40 )
2,80
2,51
2,23
2,51c
N2 ( 80 )
3,09
2,62
2,58
2,77b
N3 (120)
3,35
2,97
2,61
2,97a
Rataan
2,72a
2,35b
2,14c

Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf menurut Uji Duncan pada taraf  uji 5%. 

Tabel 2. Persentase Mutu Buah Kelas A,B, dan C Tanaman Semangka pada Masing-Masing Dosis NPK dan jumlah buah ditinggal per tanaman

Dosis NPK (g/tan)

Jumlah buah per tanaman

Rataan
P1(1 buah)
P2(2 buah)
P3(3 buah)
Kelas A (>2,5 kg/buah) 0,00
N0 (  0  )
13,33
0,00
0,00
4,44d
N1 ( 40 )
93,33
40,00
22,22
51,85c
N2 ( 80 )
100,00
56,67
57,77
71,48b
N3 (120)
100,00
96,67
73,33
90,00a
Rataan
76,67a
48,33b
38,33c

Kelas B (1,5-2,4 kg/buah)
N0 (  0  )
80,00
43,33
26,67 57,77
50,00a
N1 ( 40 )
6,67
56,67
57,77
40,37b
N2 ( 80 )
0,00
43,33
42,22
28,52c
N3 (120)
0,00
3,33
24,44
9,26d
Rataan
21,67b
36,67a
37,78a

Kelas C Kelas C (< 1,4 kg/buah)
N0 (  0  )
6,67
56,6
73,33
45,56a
N1 ( 40 )
0,00
76,67
20,00
8,89b
N2 ( 80 )
0,00
0,00
0,00
0,00c
N3 (120)
0,00
0,00
0,00
0,00c
Rataan
1,67c
15,83b
23,33a

Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang tidak sama pada kolom dan baris yang sama berbeda nyata menurut Uji Duncan pada taraf uji 5%.

Tabel 1 menunjukkan bahwa berat ah tertinggi terdapat pada dosis  pupuk NPK 120 gram(2,97 kg) yang berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah terdapat pada tanpa pemberian pupuk NPK (1,36 kg). Tabel 3 juga menunjukkan berat perbuah tertinggi pada perlakuan jumlah buah per tanaman terdapat pada perlakuan 1 buah pertanaman (2,72 kg) dan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman (2,14 kg)
Data analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap  berat buah yang ditinggal. Hal ini di sebabkan oleh pemangkasan buah pada tanaman sehingga respirasi tidak tertekan, sebaliknya bila respirasi tertekan, karena kurang  O2  sehingga tanaman akan kehabisan tenaga. Akibatnya tanaman tidak lagi mampu menyediakan bahan untuk ditransformasikan ke produksi tanaman.
Tabel 2. Menunjukkan bahwa persentase mutu buah kelas A tertinggi terdapat pada pemberian pupuk NPK sebanyak 120 gram (90,00 %) berbeda nyata dengan dosis lainnya dan terendah pada perlakuan tanpa pemberian pupuk NPK (4,44%). Persentasemutu buah kelas A tertinggi pada perlakuan 1 buah per tanaman (76,67 %) sedangkan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman (38,33%). Persentase mutu buah kelas B tertinggi terdapat pada  tanpa pemberian pupuk NPK (50,00%) berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah pada pemberian pupuk NPK sebanyak 120 gram (9,26%). Rataan persentase mutu buah kelas B tertinggi pada perlakuan 3 buahper tanaman (37,78%) dan terendah pada perlakuan 1 buah per tanaman (21,67%).  Persentase mutu buah kelas C tertinggi terdapat pada perlakuan tanpa pemberian pupuk NPK (45,55%) berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah pada perlakuan pemberian pupuk NPK sebanyak 80 dan 120 gram (0,00%). Persentase mutu buah kelas C tertinggi pada perlakuan 3 buahper tanaman (23,33%) dan yang terendah pada perlakuan 1 buahper tanaman (1,67%). Data analisis sidik ragam menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK dan jumlah buah per tanamanserta interaksi antara kedua perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi per tanaman.                 
Hal ini dikarenakan unsur hara yang terkandung dalam pupuk yang mampu menyediakan nutrisi bagi proses metabolisme tanaman sehingga semakin banyak dosis yang diberikan mampu meningkatkan produksi selain itu pada perlakuan dengan produksi tertinggi, jumlah buah per tanaman lebih banyak, sehingga total berat buah menjadi lebih besar. Akan tetapi, apabila dilihat dari segi bobot dan kualitas setiap buahnya, produksi per plot dan per hektar lebih rendah bila dibandingkan perlakuan 1 buah per tanaman. Hal ini dikarenakan, unsur hara dari pupuk NPK dan hasil fotosintat harus terbagi ke dalam tiga buah tersebut. Berbeda dengan 1 buah per tanaman, semua unsur hara dan hasil fotosintat terpusat untuk satu buah, sehingga bobot dan kualitas buah yang terbentuk lebih baik. buah per tanaman.









KESIMPULAN
Dosis pupuk NPK terbaik adalah perlakuan N3 (120 gram/tanaman) yang dapat menghasilkan berat rataan buah 2,97 kg, yang berbeda nyata dengan dosis pupuk NPK lainnya dan terendah terdapat pada tanpa pemberian pupuk NPK (1,36 kg).
Berat perbuah tertinggi pada perlakuan jumlah buah per tanaman terdapat pada perlakuan 1 buah pertanaman (2,72 kg) dan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman (2,14 kg). Persentasemutu buah kelas A tertinggi pada perlakuan 1 buah per tanaman (76,67 %) sedangkan terendah pada perlakuan 3 buah per tanaman (38,33%).
Disarankan menggunakan dosis pupuk NPK sebanyak 120 gram/tanaman dan pemangkasan buah dengan 1 buah per tanaman. 


DAFTAR ISI
                                                                                                                  Halaman
DAFTAR ISI..........................................................................................                   i
DAFTAR TABEL..................................................................................                  ii
PENDAHULUAN.................................................................................                  1   
              Latar Belakang..........................................................................                  1
              Tujuan.......................................................................................                  2
BAHAN DAN METODE......................................................................                  3
              Waktu dan Tempat....................................................................                  3
              Alat dan Bahan.........................................................................                  3
              Metode......................................................................................                  3
HASIL DAN PEMBAHASAN.............................................................                  4
              Hasil..........................................................................................                  4
              Pembahasan...............................................................................                  5
KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................                  7
Kesimpulan...............................................................................                  7
Saran.........................................................................................                  7
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................                  8




DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                      Halaman
Tabel 1. Tabel 1. Berat perbuah (kg) pada masing-masing dosis NPK
              dan jumlah  buah per tanaman...................................................                  4
Tabel 2. Persentase Mutu Buah Kelas A,B, dan C Tanaman Semangka
              pada  Masing-Masing Dosis NPK dan jumlah buah ditinggal
              per tanaman……………………………………………………                 4

                                                                                                                    
                                          
                                                      DAFTAR PUSTAKA
Dwidjoseputro. 1994. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta.Hal : 71-83. 
Gardner, F.P., R. B. Pearc dan Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press, Jakarta. Hal : 87-91. 
Lingga, P. 1998. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta. Hal : 256-267.  Lingga P. dan Marsono, 2000. Petunjuk Penggunaan Pupuk.  Penebar Swadaya. Jakarta. Hal : 234-238. 
Novizan, 2002. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agromedia. Jakarta. Hal: 189-198. Prajnata, F. 2003. Agribisnis Semangka Non-biji. Penebar Swadaya. Yogyakarta. Hal : 89-84





















Tidak ada komentar:

Posting Komentar