Pages

Selasa, 02 Desember 2014

PEMURNIAN MIKROORGANISME LAPORAN

PEMURNIAN
(Laporan Praktikum Mikrobiologi)






 





Oleh :
JURKANI
E1A213070
Kelompok III










PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU

2014





PENDAHULUAN
Latar Belakang
Populasi mikroba dialam sekitar kita sangat besar dan komplek. Beratus-ratus spesies berbagai mikroba biasanya menghuni bermacam-macam bagian tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Sebagai contoh, sekali bersin dapat menyebarkan beribu-ribu mikroorganisme.
Bakteri merupakan mikroba prokariotik uniselular mempunyai diameter berukuran 0,5-1 milimikron, dan panjang 0,1-10 milimikron., berkembang biak secara aseksual dengan pembelahan sel. Bakteri tidak berklorofil kecuali beberapa yang bersifat fotosintetik. Bakteri ada yang dapat hidup bebas, parasitik, saprofitik, patogen pada manusia, hewan dan tumbuhan
Cendawan bukanlah tumbuhan atau hewan. Cendawan tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis dan menyimpan karbohidratnya dalam bentuk glikogen bukan pati seperti pada tumbuhan. Cendawan mempunyai struktur somatik bersel satu atau banyak (multiseluler), kebanyakan berupa hifa dengan komponen utama dinding selnya ialah zat kitin, serta berkembang biak secara seksual dan aseksual dengan membentuk spora. Dalam definisi ini, cendawan mencakup jamur, kapang, dan khamir. Jamur (mushroom) ialah cendawan yang tubuh buahnyaberukuran besar dan sebaliknya kapang (moulds) ialah cendawan yang berukuran renik. Khamir (yeast) ialah cendawan bersel tunggal .
Pemurnian merupakan cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni ialah kultur yang sel-sel mikrobanya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal (Suriawiria, 2005).
Biakan murni bakteri adalah biakan yang terdiri atas satu spesies bakteri yang ditumbuhkan dalam medium buatan.  Medium buatan tersebut berfungsi sebagai medium pertumbuhan. Pada medium ini bakteri dapat tumbuh dan berkembang biak. Bahan dasar yang digunakan untuk medium pertumbuhan ini adalah agar-agar. Untuk bakteri heterotrof, medium dilengkapi dengan air, molekul makanan (misal gula) sumber nitrogen dan mineral. Untuk hasil yang lebih baik agar bakteri tumbuh, alat dan bahan yang digunakan disterilkan terlebih dahulu terdiri dari campuran berbagai macam sel.
Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk memurnikan bakteri dan jamur sehingga diperoleh koloni tunggal.




















BAHAN DAN METODE
Alat dan Bahan
Alat
Adapun alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah cawan petri, gelas ukur, jarum ose, jarum ent, lampu Bunsen dan cling warp.

Bahan
Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah media NA, media PDA, air, alkohol, dan isolat bakteri dan jamur.

Waktu dan Tempat
Praktikum ini  dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 24 November 2014 pada pukul 13.15 – selesai wita di Laboratorium Fitopatologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.

Prosedur Kerja
1.    Menyiapkan alat dan bahan.
2.    Menyemprot tangan dengan alkohol agar steril kemudian buka cawan petri yang berisi pathogen lalu panaskan bibir cawan petri.
3.    Mengambil salah satu koloni pathogen yang ingin dimurnikan menggunakan jarum osse untuk bakteri dan jarum ent untuk cendawan.
4.    Meletakkan koloni kedalam media yang baru.
5.    Memanaskan kembali bibir cawan petri kemudian menutup dengan cling warp.
6.    Mengamati koloni yang tumbuh setelah beberapa hari.





HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
 Pembahasan
Pemurnian merupakan kegiatan untuk mendapatkan koloni murni  mikroorganisme yang ditumbuhkan  sebelumnya.  Pemurnian dilakukan dengan  memindah  sebagian koloni mikroorganisme ke dalam  media pertumbuhan yang baru sehingga di dapat koloni murni yang di harapkan.
Pemurnian bakteri dilakukan dengan cara penggoresan menggunakan jarum ose yang dipanaskan terlebih dulu sampai berwarna merah dan didiamkan sebentar hingga tidak panas lagi kemudian digunakan untuk mengambil koloni bakteri, setelah pengambilan koloni bakteri baru dilakukan penggoresan dengan pola zig-zag  pada cawan petri yang talah diberi media tumbuh bakteri.  
            Sedangkan cara pemurnian pada cendawan cukup dan pemurnian cendawan ini dilakukan dengan mengambil bahan isolat berupa hifa cendawan saja, dengan menggunakan jarum ent kemudian diletakkan pada media PDA yang baru kemudian diperlakukan sama seperti pemurnian pada bakteri.
            Pada pengamatan terlihat adanya bakteri yang tumbuh pada goresan yang telah berbentuk, bakteri ini berlendir dan berwarna putih kekuning-kuningan. Bakteri memiliki ciri berlendir sedangkan Pada pengamatan cendawan yang dilakukan juga terlihat pertumbuhan cendawan pada media yang ditandai dengan menyebarnya hifa-hifa berwarna putih.
Tidak semua spesies mikroba mempunyai waktu generasi yang sama. Waktu generasi untuk suatu spesies bakteri tertentu juga tidak sama pada segala kondisi. Waktu generasi amat bergantung pada cukup atau tidaknya kondisi fisik.
Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusahakan agar semua alat yang ada dalam keadaan agar tetap steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi.
Metode gores adalah metode yang digunakan karena lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan keterampilan-keterampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah. Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.














KESIMPULAN
            Pada hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan :
1.    Pemurnian merupakan kegiatan untuk mendapatkan koloni murni  mikroorganisme yang ditumbuhkan  sebelumnya  Pada pengamatan terlihat adanya bakteri yang tumbuh pada goresan yang telah berbentuk, bakteri ini berlendir dan berwarna putih kekuning-kuningan.
2.    Pemurnian bakteri dilakukan dengan  penggoresan   menggunakan jarum ose
3.    Pemurnian cendawan dilakukan dengan  penggoresan   menggunakan jarum ent
4.    Pada pemurnian bakteri pertumbuhan bakteri di tandai dengan adanya lendir berwarna putih kekuning-kuningan.
5.    Pada pemurnian bakteri pertumbuhan bakteri di tandai dengan adanya pertumbuhan hifa berwarna putih menyebar.
6.    Pada tiap mikroorganisme memiliki waktu generasi yang berbeda-beda pada segala kondisi.












DAFTAR PUSTAKA
Dwijoseputro, D. 1998. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Malang.
Pelczar.  1986.  Dasar-dasar Mikrobiologi.  Universitas Indonesia.  Jakarta.
Rohimat, Srikandi. 2002. Analisis Mikrobiologi Pangan. PT. Raja Grafindo :  Jakarta
Suriawiria, U. 2005. Mikrobiologi Dasar. Papas Sinar Sinanti, Jakarta.












DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI..............................................................................................            i
DAFTAR TABEL.......................................................................................            ii
PENDAHULUAN......................................................................................            1
          Latar belakang.................................................................................            1
          Tujuan..............................................................................................            2

BAHAN DAN METODE..........................................................................            3
             Alat dan Bahan...............................................................................            3
                  Alat............................................................................................            3
....              Bahan.........................................................................................            3
            Tempat dan Waktu..........................................................................            3
            Prosedur Kerja.................................................................................            3
HASIL DAN PEMBAHASAN.................................................................            4
Hasil.................................................................................................           4
Pembahasan.....................................................................................           6
KESIMPULAN .........................................................................................            8
DAFTAR PUSTAKA







DAFTAR TABEL
Nomor                                                                                                     Halaman
1. Hasil praktikum pemurnian bakteri................................................................... 4  

2. Hasil praktikum pemurnian cendawan.............................................................. 5

1 komentar: